JPO Jadi Sarang Pengemis, Apa Penyebabnya?

 

Sumber: Laura Diandra

ABISATYA NEWS --- Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di kota-kota besar sering digunakan oleh pengemis untuk mencari rezeki. Mereka seringkali duduk di sudut maupun di tangga JPO dan menempatkan kantong di depan mereka untuk menerima sumbangan.

Tidak hanya duduk di JPO ada juga pengemis yang sambil membawa anak mereka dan  bermain alat musik. Alat musik yang digunakan pun beragam seperti suling. Hal ini jelas menimbulkan banyak pertanyaan mengapa JPO menjadi sarang pengemis.

Kemiskinan dan Kurangnya Kesempatan Kerja

Kemiskinan adalah salah satu faktor utama yang mendorong seseorang untuk menjadi pengemis. Kemiskinan terjadi ketika tidak ada pemasukan dari pekerjaan tetap untuk memenuhi kebutuhan hidup yang besar.

Kurangnya kesempatan bekerja, terutama yang tidak berpendidikan tinggi atau keterampilan khusus, membuat mereka kesulitan untuk memenuhi kebutuhan hidup. JPO, menjadi tempat terakhir yang menjadi harapan mereka untuk mencari penghasilan walaupun dengan cara yang tidak pantas.


Solusi dan Upaya Pencegahan

Untuk mengatasi masalah pengemis di JPO, dibutuhkan pendekatan yang komprehensif dan terpadu. Berikut beberapa solusi dan upaya pencegahan yang dapat dilakukan:

  •  Meningkatkan kesejahteraan masyarakat: Program pengentasan kemiskinan dan penciptaan lapangan kerja perlu ditingkatkan untuk mengurangi jumlah orang yang terdorong menjadi pengemis.
  •  Meningkatkan kualitas pendidikan dan keterampilan: Program pelatihan keterampilan dan pendidikan bagi masyarakat miskin dapat membantu mereka mendapatkan pekerjaan yang layak.
  • Peningkatan penanganan gelandangan dan pengemis: Program rehabilitasi dan pelatihan keterampilan bagi para pengemis perlu ditingkatkan untuk membantu mereka kembali ke masyarakat.
  • Penegakan hukum: Penertiban dan penegakan hukum terhadap pengemis yang melakukan tindakan kriminal perlu dilakukan secara tegas.
  • Peningkatan kesadaran masyarakat: Masyarakat perlu didorong untuk tidak memberikan uang kepada pengemis, karena hal itu justru akan memperparah masalah.

Penulis: Laura Inggrit D.G

Post a Comment

Previous Post Next Post